Ini
benar-benar persis seperti di film horror. Beberapa orang dengan seorang
pendeta dan seseorang yang mengenakan topeng menakutkan merencanakan untuk
membius kami berenam dan membawa kami ke suatu tempat lalu mengikat kami semua
di kursi. Ketika semuanya sudah terbangun, mereka mulai bertanya pertanyaan
yang sama selama beberapa jam yang lalu.
“Siapa
dari kalian yang melakukannya? Siapa yang telah membunuh Mark Lewins?!” Tidak
ada salah satu dari kami yang menjawab. Karena kami memang bukan pembunuh.
Setelah
beberapa lama, akhinya Kacey mencicit, “Aku membunuhnya!”. Pria bertopeng
menyeramkan mendekatinya. “Benarkah itu kau?” tanyanya. “Bukan. Dia bukan
pembunuh!” sahut teman-temanku. “Dia berbohong! Sungguh bukan dia,”. Tidak ada
satupun dari kami yang percaya bahwa Kacey si pendiam bisa membunuh orang.
Tangisan dan teriakan semakin kencang ketika Kacey akhirnya berteriak. “Diam
kalian semua!” Kami terdiam.
“Aku
yang membunuh Mark,” ulangnya. Jakson tampak terkejut. “Benarkah?” tanya Jakson
lalu dijawab dengan anggukan oleh Kacey. Pria bertopeng menyeramkan
menyeringai, “Baiklah, kalian akan dibebaskan...” gumamnya. Tetapi lalu Kacey
berdiri, “Saya minta maaf untuk mengatakan ini,” ternyata tali yang mengikat
Kacey telah terlepas.
Di
sisi lain ia telah menyambar sebuah belati yang tergeletak.
“Tapi,
justru akulah satu-satunya orang yang bisa keluar dari ruangan ini hidup-hidup.
Kemudian, ia menatapku, “Dan karena aku paling menyukaimu Michael. kau akan
kubunuh untuk yang terakhir ,”katanya. Tetapi pria bertopeng menyeramkan
menerjang Kacey. Dengan kecepatan yang luar biasa, Kacey menggorok lehernya.
Kacey berbalik arah dengan senyum manik di wajahnya. Aku menyadari satu-satunya
hal yang dapat kulakukan hanya menonton.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar