Tadi malam, temanku memaksaku untuk pergi menemaninya ke pesata. Ia teman baikku. Aku tidak bisa menolaknya. Kami pergi terburu-buru karen temanku tidak mau kehilangan penampilan band favoritnya di pesta itu.
Kami pulang dengan rasa senang karena pesta itu benar-benar hebat. Tetapi di dalam taksi, aku menyadari bahwa hpku telah hilang. Di saku tidak ada, kami terpaksa kembali ke pesta itu juga tidak ada, di toiletnya. Menyerah, aku pun meminjam hp temanku untuk menelponnya.
Setelah dua kali nada dering, seseorang menjawab panggilan teleponnya. Terdengar suara tawa serak dan terengah-engah. Lalu, senyap. Aku pun menyerah dan mengikhlaskannya. Memutuskan pulang saja.
Sesampainya di rumah, aku mendapati handphoneku berada di meja belajar. Tempat terakhir aku meninggalkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar